Label

FLP (1) buku (1) celotehanku (4) diary (1) flash fiksi (2) hikz (2) karyaku (1) lyric (5) resensi (1)
Tampilkan postingan dengan label celotehanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label celotehanku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Juli 2012

ikhtiar kita bagai langkah kaki

ada orang yang melangkah panjang
ada juga yang melangkah pendek.
ada yang berjalan perlahan
ada juga yang berjalan cepat
bahkan berlari.
begitulah....
ada yang memakai tongkat
ada yang menggunakan kursi roda

apapun itu,

perjalanan yang kita lalui pasti memiliki tujuan, bukan?
terserah bagaimana kita melangkah, sekalipun tujuan itu salah atau benar, yg terpenting harus sampai, bukan?

jadi, kenapa kita harus mencela ikhtiar orang lain?
pahamilah dulu, bahwa manusia diciptakan memiliki kaki-kaki yang berbeda-beda. maka, langkah atau ikhtiarnya pun pasti berbeda-beda.

Rabu, 04 April 2012

catatan pengisi kekosongan


~pernahkah kau merasa....(jengjreng-jengjreng)
 ~pernahkah kau merasa....( jreng)
 ~pernahkah kau merasa hatimu hampa?
~pernahkah kau merasa hatimu kosong?

(ungu) 

hayoo ngaku saja, pernah g? 
setiap diri pasti pernah merasa sepi, pasti pernah merasa sendirian. saat itu biasanya kita. oopz...kita? loe aja kaleee :p btw, intinya merindui. cieee....prikitiew :D

tapi, tunggu dulu, ini bukan tentang rindu yang kayak di lagu-lagu. ini rindu yang 'sesuatu'. halaaah.
saat kekosongan itu terasa di hati, kita seringkali salah mengartikan ini. tentu hati yang kosong memang harus diisi. tapi, kita, cenderung berfikir untuk mengisinya dengan 'sesuatu' yang sebenarnya bisa dikatakan kurang tepat. karena orientasi kita seringkali berkutat pada persoalan laki-laki dan perempuan saja. 

satu hal yang kita sepakati bersama secara universal, bahwa setiap manusia butuh cinta. istilah kedokterannya mah 'meriang' alias merindukan kasih sayang. hohoho....preeet.
jadi, mari kita kaji, sesungguhnya cinta macam apa yang di butuhkan hati kita ini? *ya salaam. g kuku dah kata-katanya :D

dari sekian banyak curhatan yang masuk ke meja redaksi. wew. banyak diantaranya yang mengalami gangguan tidur dan kesulitan makan karena masalah per'hati'an. mereka terkena stress, kebingungan dan pusing memikirkan kekasih alias pacarnya. hadeu....hari gieneee? c'pe dweh *tepuk nyamuk di jidat*

sesungguhnya ada sebuah keajaiban yang dapat terkuak melalui  'kekonyolan' ini. tapi, kita simpan dulu keajaiban itu untuk nanti. sekarang, saatnya kembali ke pokok permasalahan, yaitu cinta, yang kata Ti Pat Kai mah "deritanya tiada akhir" ceunah.

Ya. sudah tahu deritanya tiada akhir tapi masih juga dikejar dan dicari. emang manusia itu kurang kerjaan apa ya? *mikirin iklan 'tanya kenapa?'*
Ya. namanya juga manusia. cinta memang sudah menjadi fitrahnya. dan, fitrah itu berasal dari Illahi. maka, cinta yang sesungguhnya kita cari dan kita rindui seharusnya adalah cinta Illahi. Sang Khalik. Sang Penggenggam hati. Dia-lah Sang Rabbi, pemilik cinta yang hakiki. cinta yang sejati.

sayangnya, manusia sering kali salah mengartikan ini :( laki-laki lebih cenderung memikirkan perempuan, begitu juga sebaliknya dnegan perempuan. berbagai cara mereka tempuh demi mengisi kekosongan hati tersebut. ya pacaranlah, selingkuhlah, ginilah, gitulah, macem-macem dweh pokoknya. so, akibat dari hubungan itupun macam-macam jadinya. saking mengerikannya, kalau kata bang shaleh di serial Upin&ipin mah, "tak kuase" membahasnya.

maka dari itu, saudaraku sekilo, eh...sekalian. ehem...ehem...uhuk. gluduk. jeleger! (sekalinya belajar pidato malah disambut gemuruh langit mau hujan. huuuuuu). 

sekiranya sudah jelas bahwa kekosongan hati yang kita rasakan saat ini... (sekali lagi, pertanyaan diulangi: kita? loe aja kaleee :p)...bukan sekedar untuk diisi 'sesuatu' yang pada akhirnya menyakiti. cinta manusia itu tidak ada yang sejati. Sejatinya yang kita rindui hanya Illahi.
ingat, yang kita butuhkan bukanlah sekedar 'seseorang' melainkan tuhan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dia-lah satu-satunya sekaligus segala-galanya dalam hidup kita.

maka, buanglah pacar pada tempatnya!
(kata-kata dapat nyontek dari judul sebuah buku. xixixi...mudah-mudahan g ada yang ngegugat. mudah-mudahan dapat komisi, karena sudah dijadikan ajang promosi. hahay, eh...aamiin)
cari dan kejarlah cinta-Nya! Raihlah ridho-Nya!sebab, Dia-lah yang hati ini butuhkan. dan, Dia-lah yang paling tahu apa yang kita butuhkan.

wahai, hati-hati kaum galau'ers sekalian, mari belajar mencintai-Nya dan tidak menyelingkuhi-Nya. insya Allah, cinta Allah akan membimbing kita ke jalan yang lurus termasuk dalam urusan 'pencarian' seseorang yang dijadikan Allah sebagai belahan hati kita. hikz, so...sweet.  

gapailah cinta Sang Pemilik hati, maka cinta hati manapun yang kita ingini, insya Allah, semoga Ia ridhoi.
aamiin.... 
(bergema sekali. berasa ngegali sumur ga seeeh? dalem nch)

***

biarpun gajebo begini, yang penting mah semoga bermanfaat dunia akhirat^^


Jumat, 30 Maret 2012

gerimis manis


kesendirian yang berjanji setia pada kesunyian.
sunyi yang menggenggam sepi berkepanjangan,
sepi yang membayangi kesendirian.
sendiri dalam keheningan,
hening memenuhi kehampaan.
***
Titik-titik air menetes dari celah awan.Dingin menunggangi angin. Dan, becek membercaki jalanan. Aku tergugah oleh hujan yang basah bagai keringat bercucuran. Saat itu aku lelah dan merindukan pulang. Rindu pada peraduan. Rindu pada sebuah pertemuan. Rindu pada lembutnya senyuman. Rindu pada hangatnya pembicaraan. Rindu pada seseorang yang tak juga kunjung datang. kerinduan yang menyala di tengah hujan.

Hari telah membilang bulan, bulan telah menapak tahun. Malam masih terjaga dalam kelam. Aku pun masih terdiam dalam gelembung kehampaan. Lalu, aku terlelap dan memimpikan sebuah kehidupan. 

Dalam kesendirian kita tidak butuh hingar-bingar, apalagi keramaian. Terkadang yang kita perlukan hanyalah sebuah sapaan, "apa kabar?". sebuah kepedulian kawan. Dalam kubangan lelah ini, aku membayangkan uluran tangan, dekapan hangat dari kerabat, menyambut kepulangan. 

Lalu, aku bicara pada langit malam di tengah gerimis tangis dan hampanya kesendirian ini. suatu hari akan aku titi sebuh tali berwarna pelangi. Dimana setiap helainya terdiri dari cinta, kedamaian dan kasih sayang.

Lalu, dari kejauhan aku lihat diriku berdiri di pagar. Menggenggam sebuah payung terkembang. Menantikan kepulangan sang pangeran. Sebab kutahu suatu saat aku akan menjadi sosok yang dirindukan setiap kali lelah mengantarkan kepulangan, setiap kali hujan datang. Aku tidak ingin sendirian. Aku yakin dia pun demikian. Dalam sebuah lamunan antara kabut bayangan dan harapan, ada sebuah senyuman.

Akan aku hentikan langkah yang melelahkan. Biar kusajikan pengabdian di rumah impian. Biar kusuguhi dia dengan kesetiaan. Biar  kurawat kuncup-kuncup cinta yang lahir dari hati kita. kelak, kita akan bahagia.

gerimis ini tak lagi mengundang tangis, tapi jadi melukis senyum manis :)

***

entah puisi atau nyanyian, gerimis dan kepulangan akan selalu jadi kenangan.

Minggu, 18 Maret 2012

Apalah Arti sebuah Nama



Assalamualaikum,
 ^_^

Ini dia postingan blog pertamaku. Perkenalkan, nama penaku: Tayana Mi'an. Terdiri dari dua kata dalam bahasa sunda, Taya dan nami-an. Taya itu artinya tiada. Nami artinya nama, dan -an adalah akhiran. Jadi, Tayana Mia-an itu berarti tiada nama atau tak bernama. Coba tanya kenapa aku memilih nama itu?

Pada zaman dahulu kala....ciee kesannya jadul banget :D Aku sama sekali tidak memikirkan masalah nama pena. Waktu itu aku hanya sekedar suka menulis dan berharap bisa jadi penulis. Menuliskan naskah atau catatan kehidupanku tanpa ada orang yang tahu bahwa itu aku. Dari sanlah, mulai terpikirkan untuk membuat nama pena.

Nama pena pertamaku adalah Susan Mizuki. Susan diambil dari bagian nama asliku, dan Mizuki diambil dari nama tokoh kartun favoritku, Kaho Mizuki, gurunya Sakura di film/komik Cardcaptor Sakura. Nama ini dibuatkan khusus oleh sahabat baikku. Maka, aku suka sekali dengan nama yang satu ini.

Nama penaku yang lainnya adalah Youwe. Hayooo...yang pernah mengenal mobaminggle.com mungkin pernah mendengar nama ini. Youwe. Itu adalah id-ku di mobaminggle.com. Nama yang simple, unik, lucu, imut, lagi manis, persis kayak orangnya. xixixi....kepedean tingkat akut :b Yang jelas, nama yang keren banget ini tercipta secara dadakan saja. Tetapi, tentu saja memiliki sejarah yang sakral dalam kehidupanku. hehehe...tidak akan terlupakan deh pokoknya.

Nama penaku yang berikutnya adalah Nenk_Nenk alias Nenknonknenkchrank. Nah, sebenarnya nama inilah yang paling 'sreg' dihatiku, karena sangat 'aku' ^_^ tapiiiii......hum, kesannya ceriwis banget ya? Padahal kan tulisan-tulisanku selam ini sendu kelabu gimana gitchu. Hihihi...akhirnya nama pena yang satu ini kujadikan nama pena yang eksklusif. Hanya pada tulisan-tulisan di tempat tertentu saja aku memakai nama ini.

Yang terakhir....ya, Tayana Mi'an, tentu saja :) Awalnya aku mencari nama yang religius karena aku sangat ingin menghembuskan nafas keislaman dalam setiap tulisanku. Namun, apa mau dikata, nama yang mantap itu tidak juga aku temukan. Maka akhirnya aku memutuskan untuk memakai nama 'tanpa nama' saja. Tetapi, berhubung sudah banyak orang yang mempunyai ide serupa maka, aku cari alternatif lain. Akhirnya, bertemulah aku dengan nama Tayana Mi'an. Walaupun berarti tanpa nama kalau dilihat sekilas kan tetap terasa seperti sebuah nama. Iya kan? hayoooo ngaku! udah ngaku aja deh....please :D

Sejujurnya, hingga detik ini, aku masih merasa kurang 'sreg' dengan nama unik ini. Dalam beberapa karya, aku sering memakai nama asli saja. Memakai nama asli mengajarkan ku untuk lebih terbuka menerima masukan dan kritikan. Rasanya sama seperti membuka jendela di pagi hari. Jika dengan memakai nama pena aku bisa sembunyi. Maka, dengan nama asli aku tidak bisa sembunyi lagi. Mau tidak mau, aku harus menghadapi apapun omongan orang tentang aku dan tulisanku. Aku dipaksa menjadi orang yang terbuka untuk membiarkan orang lain tahu siapa aku dan bagaimana tulisanku. Sehingga pada akhirnya aku menjadi diri sendiri dan bisa bertanggung jawab atas apapun yang aku perbuat, dalam hal ini berupa tulisan.

Lucunya, beberapa kali aku ikut lomba menulis dan memakai nama campuran. terkadnag asli terkadang nama pena. Keberhasilan itu justru didapat pada karya yang menggunakan nama asli. Sedangkan tulisan yang memakai nama pena sulit sekali menembus lomba :D hum...mengherankan juga sih, tapi ya, memang begitulah keadaanya. Bukan berarti aku akan membuat nama baru lagi loh. insya Allah, Tayana Mi'an akan jadi nama pena ku yang paten. xixixi. Apalagi nama ini memiliki filosofi tersendiri.

Suatu saat nanti jika aku menjadi penulis beken (berkhayal dulu bentar :D), nama inilah yang akan jadi pengendali diri. Aku akan ingat bahwa Tayana Mi'an itu berarti tak bernama=orang yang tidak memiliki nama. Dan, orang seperti itu bukanlah siapa-siapa. Maka, tidak layak baginya menyimpan setitikpun kesombongan dalam dirinya. Tidak ada yang boleh di-riya-kan oleh seorang Tayana Mi'an, sekalipun ia kelak, mungkin, bisa saja (bahkan ngarep banget) dikenal banyak orang di seantero dunia. Tayana Mi'an akan mengingatkanku untuk tetap berpijak di bumi dan menjadi pribadi yang rendah hati. Keagungan itu hanya milik Allah. Jika suatu saat Dia menganugerahi kita sebuah kemuliaan di tengah-tengah manusia, itu bukan semata-mata karena kehebatan kita, tetapi karena kehendak dan ridho-Nya saja.

Dengan ataupun tanpa nama pena, aku berharap bisa menjadi diri sendiri, menghasilkan karya terbaik yang bermanfaat, sebab karya itu akan kita pertanggung jawabkan kelak di akhirat. (wuiiiih...berat nch). Jadi, sebenarnya yang terpenting dari sebuah tulisan itu bukanlah siapa, tetapi apa. Bukan sekedar nama pena, tetapi isi tulisan kita.

So, apalah artinya sebuah nama? :p

Sebagai penutup postingan pembuka ini, sengaja aku lampirkan sebuah halaman blog milik penulis terkenal dengan nama pena yang sudah tidak asing lagi kita dengar: Asma Nadia. Beliau memberikan wejangannya di sini nch: http://anadia.multiply.com/journal/item/12 Silakan diintip^^

wassalamualaikum.